Landasan Teori
Sistem
Informasi Pendapatan adalah rangkaian prosedur formal dibagian pendapatan yang
timbul dari aktifitas perusahaan, antara lain transaksi penjualan dan
penerimaan kas dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan
didistribusikan kepada para pemakai.
Sistem Informasi
Akuntansi merupakan proses transaksi
keuangan dan non finansial yang langsung
mempengaruhi keuangan. Salah satu
subsistem atau 'siklus' di bidang Akuntansi
Sistem Informasi adalah siklus pendapatan. Siklus pendapatan merupakan siklus penting
dari usaha, baik pendapatan yang
menghasilkan uang tunai atau kredit.
Perusahaan yang penjualan dalam kredit, data pelanggan dan piutang data
account menjadi aset penting di
samping persediaan (Hall, 2001).
Sistem Informasi
Akuntansi Pendapatan dapat menangani proses-proses yang terjadi dalam proses
akuntansi secara terkomputerisasi. Hal ini tentunya akan sangat memudahkan
pengguna untuk melakukan pembuatan dokumen-dokumen transaksi yang diperlukan.
Selain itu pengguna dapat menerbitkan
informasi atau laporan keuangan dengan segera ketika diperlukan sebab segala
perhitungan yang perlu dilakukan telah dilakukan oleh sistem. Penyimpanan data
transaksi dalam database akan lebih
menjaga keamanan data. Pencarian data akan menjadi lebih mudah, pada sistem ini
data pada waktu lampau dapat dicari dengan memasukkan tanggal terjadinya
transaksi, kode, ataupun deskripsi transaksi. Jika dibandingkan dengan sistem file, tentunya cara ini lebih efektif
untuk menangani data transaksi dalam jumlah yang sangat besar (Sudana, 2007).
Siklus pendapatan
didefinisikan sebagai satu set berulang kegiatan bisnis dan informasi terkait
pengolahan operasi yang terkait dengan penyediaan barang dan jasa kepada
pelanggan dan mengumpulkan uang tunai dalam pembayaran penjualan tersebut
(Romney dan Steinbart, 2002). Hal utama eksternal pertukaran informasi dalam
siklus pendapatan adalah dengan pelanggan.
Salah satu tujuan
sistem informasi akuntansi dalam siklus pendapatan adalah untuk mendukung
kinerja organisasi bisnis kegiatan dengan transaksi pengolahan data secara
efisien. Pada dasarnya, ada empat siklus bisnis kegiatan pendapatan, yaitu (1) sales order, (2) pengiriman, (3)
penagihan, dan (4) kas koleksi .
Fungsi kedua sistem
informasi akuntansi dalam siklus pendapatan adalah untuk memberikan kontrol
yang memadai dari bisnis. Kontrol memastikan bahwa seluruh transaksi telah resmi, sah dan dicatat secara akurat. Kontrol
termasuk menjaga aset (kas, persediaan, dan data) dari kehilangan atau
pencurian dan adalah untuk memastikan bahwa kegiatan usaha yang dilakukan
efisien dan efektif (Azizi et al, 1998;
Romney dan Steinbart, 2002).
Fungsi ketiga dari
sistem informasi akuntansi dalam siklus pendapatan adalah untuk memberikan
manfaat informasi untuk pengambilan keputusan.
Penjualan dan kas koleksi melibatkan keputusan dan untuk proses yang diperlukan
untuk transfer kepemilikan barang dan jasa kepada pelanggan, misalnya, untuk
menjawab pertanyaan pelanggan dan menentukan ketersediaan persediaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar