Senin, 16 Mei 2016

Skripsi Sistem Informasi Pendapatan


 Landasan Teori

 Sistem Informasi Pendapatan adalah rangkaian prosedur formal dibagian pendapatan yang timbul dari aktifitas perusahaan, antara lain transaksi penjualan dan penerimaan kas dimana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada para pemakai.
Sistem Informasi Akuntansi merupakan proses  transaksi keuangan dan non finansial  yang langsung mempengaruhi keuangan.  Salah satu subsistem atau 'siklus' di bidang Akuntansi  Sistem Informasi adalah siklus pendapatan.  Siklus pendapatan merupakan siklus penting dari  usaha, baik pendapatan yang menghasilkan uang tunai atau kredit.  Perusahaan yang penjualan dalam kredit, data pelanggan dan piutang data account  menjadi aset penting di samping  persediaan (Hall, 2001).
Sistem Informasi Akuntansi Pendapatan dapat menangani proses-proses yang terjadi dalam proses akuntansi secara terkomputerisasi. Hal ini tentunya akan sangat memudahkan pengguna untuk melakukan pembuatan dokumen-dokumen transaksi yang diperlukan. Selain itu pengguna dapat menerbitkan informasi atau laporan keuangan dengan segera ketika diperlukan sebab segala perhitungan yang perlu dilakukan telah dilakukan oleh sistem. Penyimpanan data transaksi dalam database akan lebih menjaga keamanan data. Pencarian data akan menjadi lebih mudah, pada sistem ini data pada waktu lampau dapat dicari dengan memasukkan tanggal terjadinya transaksi, kode, ataupun deskripsi transaksi. Jika dibandingkan dengan sistem file, tentunya cara ini lebih efektif untuk menangani data transaksi dalam jumlah yang sangat besar (Sudana, 2007).

Siklus pendapatan didefinisikan sebagai satu set berulang kegiatan bisnis dan informasi terkait pengolahan operasi yang terkait dengan penyediaan barang dan jasa kepada pelanggan dan mengumpulkan uang tunai dalam pembayaran penjualan tersebut (Romney dan Steinbart, 2002). Hal utama eksternal pertukaran informasi dalam siklus pendapatan adalah dengan pelanggan. 
Salah satu tujuan sistem informasi akuntansi dalam siklus pendapatan adalah untuk mendukung kinerja organisasi bisnis kegiatan dengan transaksi pengolahan data secara efisien. Pada dasarnya, ada empat siklus bisnis kegiatan pendapatan, yaitu (1) sales order, (2) pengiriman, (3) penagihan, dan (4) kas koleksi . 
Fungsi kedua sistem informasi akuntansi dalam siklus pendapatan adalah untuk memberikan kontrol yang memadai dari bisnis. Kontrol memastikan bahwa seluruh transaksi telah  resmi, sah dan dicatat secara akurat. Kontrol termasuk menjaga aset (kas, persediaan, dan data) dari kehilangan atau pencurian dan adalah untuk memastikan bahwa kegiatan usaha yang dilakukan efisien dan efektif (Azizi et al, 1998;  Romney dan Steinbart, 2002). 

Fungsi ketiga dari sistem informasi akuntansi dalam siklus pendapatan adalah untuk memberikan manfaat  informasi untuk pengambilan keputusan. Penjualan dan kas koleksi melibatkan keputusan dan untuk proses yang diperlukan untuk transfer kepemilikan barang dan jasa kepada pelanggan, misalnya, untuk menjawab pertanyaan pelanggan dan menentukan ketersediaan persediaan.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar